Menyiapkan cincin lamaran

Sebenernya persiapan cincin lamaran ini ngga mau saya siapkan. cuma karena di suruh sama keluarga jadinya saya mengikuti saja sesuai adat yang berlaku. Kalo di dalam Islam pada saat khitbah/lamaran ngga ada yang namanya tuker cincin. Tapi boleh memberikan hadiah untuk calon istri. Dari info yang beredar di Internet sih gitu. Tolong di koreksi ya kalo ada yang salah.
Contine reading

Pulang juga

Udah lama ngga ngeblog. Baru dapet koneksi internet hari ini setelah berjuang keras untuk mendapatkan sebuah router Wifi.Koneksi Internet memang sudah ada dari dulu menggunakan operator spidol. Tapi dikarenakan komputer yang sudah lama rusak dan tidak ada yang bisa memperbaiki, maka oleh orang tua saya dibiarkan saja. Kondisi rumah yang sedang direnovasi juga menghambat saya untuk memperbaiki PC saya. Alhasil ditunda saja dulu sementara waktu untuk memperbaiki PCnya.

Keputusan untuk memakai Wifi dikarenakan sekarang setiap orang dirumah saya sudah memiliki laptop pribadi. Alangkah baiknya jika koneksi internet dilakukan melalui “Wifi instead of cable”
Contine reading

Kehidupan mahasiswa

Tiba-tiba jadi kepikiran buat nulis kehidupan mahasiswa ala anak kostan. Kalo dipikir2 kehidupan mahasiswa itu mirip sama lagunya Angka Satu yang dibawakan sama Caca Handika.
Berikut penggalan lirik lagu tersebut.

Masak… masak sendiri
Makan… makan sendiri
Cuci baju sendiri,
Tidurku sendiri

Yang belum tau lagunya silakan liat video dibawah ini.
Contine reading

Tuhan pasti mengabulkan

Merenung kembali kebelakang mengenai nikmat Tuhan yang diberikan kepada saya. Saya percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan semua doa umatnya. Walaupun keinginan tersebu hanya dalam hati dan tidak pernah disampaikan kepada Tuhan, niscaya jika keinginan tersebut bernilai positif pasti Tuhan akan mendengar.

Saya mengingat-ingat beberapa tahun yang lalu ketika masih awal-awal kuliah. Saya diracuni oleh Morning Musume idol group asal Jepang oleh teman saya. Mengingat semua gadis-gadis jepang sangat cantik-cantik, maka saya pun berambisi jika suatu saat saya bisa pergi ke Jepang. Terlebih pada saat itu saya juga mulai menyukai drama Jepang. Lagi-lagi pertimbangan saya yang pertama adalah untuk melihat gadis-gadis Jepang yang cantik. walaupun pada saat itu hanya keinginan belaka, namun pada kenyataannya bulan maret tahun 2013 saya akhirnya bisa pergi ke Jepang.
Contine reading

Menunda pekerjaan

menunda pekerjaan yup mungkin inilah penyakit yang menjangkiti semua orang, termasuk saya. Penundaan pun macem-macem. Dari menunda ibadah, makan, ngerjain tugas, sampe ngerjain tesis. Hal inilah yang sedang saya alami sekarang.

Setelah tau metode apa yang mau digunakan dalam tesis saya, saya cenderung mengulur-ngulur waktu sampa last minute. Ibaratnya, saya udah tau apa yang mau saya lakukan, nanti saja lah mengerjakannya, waktunya masih lama ini. begitulah kira-kira yang ada dipikiran saya.

Udah tau waktu itu berharga banget ini malah buang-buang waktu. kalo kata pepatah bilang. lebih cepat,lebih baik. The sooner, the better. Huffttt….

Naluri orang tua

Sebelumnya saya mau cerita dikit ya. hehe.. alkisah ada cerita seperti dibawah ini.

Yak baru-baru ini saya dan teman saya berminat untuk menjebak salah satu mahasiswi di Indonesia untuk berkuliah di Korea. Renacana awal mau di masukkan ke lab teman saya, namun disarankan untuk pindah ke lab saya dengan pertimbangan riset dia yang lebih cocok untuk di lab saya. Pendaftaranpun sudah saya bantu daftarakan, kirim email ke prof juga saya bantu, mengisi formulir pendaftaran juga saya bantu. Namun takdir berkata lain, calon mahasiswi ini tidak bisa di terima di lab saya karena lab saya sudah menerima mahasiswa lain dari Vietnam. Kebetulan juga salah satu kandidat di lab teman saya tiba-tiba mengundurkan diri. sehingga calon mahasiswi ini di kembalikan lagi ke lab tempat dia mendaftar sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba si calon mahasiswi ini mengundurkan diri dengan alasan tidak bisa meninggalkan orang tuanya.
Contine reading

hidup anti mainstream

Melihat judul diatas “hidup anti mainstream” sepertinya ada beberapa orang yang belum tau arti mainstream. Mainstream itu bisa di bilang “biasa” atau “mengikuti arus”. Jadi hidup mainstream itu hidup yang mengikuti arus. Jadi hidup anti mainstream itu hidup yang tidak mengikuti arus. disaat orang lain berbuat A, kita berbuat B.

Hidup anti mainstream saya mulai ketika saya lulus kuliah. Pada saat lulus kuliah ada beberapa pilihan jalan yg bisa di pilih bisa bekerja atau melanjutkan pendidikan. Pada saat itu saya ditawarkan oleh Universitas tempat saya belajar, Universitas Gunadarma untuk melanjutkan pendidikan master(S2) di kampus yang sama dengan biaya kuliah yang sangat murah, yaitu hanya Rp 3jt persemester pada tahun 2008. Dikarenakan saya sudah berminat untuk melanjutkan kuliah di luar negeri, maka pilihan tersebut tidak saya ambil. Sampai saat ini sepengetahuan saya cuma saya mahasiswa angkatan 2004 di Univ Gunadarma di kalimalang yang melanjutkan pendidikan di luar negeri dan mendapatkan beasiswa. Sisanya: sekitar 90% bekerja, 10% melanjutkan pendidikan di Indonesia.

Hidup anti mainstream saya selanjutnya adalah ketika saya memutuskan ikut berorganisasi di Perpika dan menjadi tutor di UT Korea. Ketika kebanyakan mahasiswa/i di Korea sibuk dengan kegiatan belajar mereka, saya berusaha mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar ilmu. yaitu belajar berorganisasi. Ketika berorganisasi di Perpika dan tutor di UT Korea, saya memikirkan bagaimana berkontribusi ke masyarakat luas. sesuai moto saya jaman dulu (l)earn and share. dapatkan/belajar dan bagikan. karena hidup sukses sendiri itu ngga asik, alangkah baiknya jika sukses itu bisa di bagi-bagi ke orang lain.
Contine reading

Renungan Perjalanan Hidup

sudah 1.5 tahun sudah saya hidup di Korea. Alhamdulillah teman saya semakin banyak, baik teman dari Indonesia maupun teman dari negara lain. Saya mengamati beberapa teman saya dari sisi kepintaran otak mereka. Dikarenakan teman di lab saya kebanyakan dari negara Vietnam, maka saya akan menganalisis kepintaran dari ras tersebut.
Contine reading

Right love with the wrong person

Judul diatas mungkin yang sedang menggambarkan keadaan gw saat ini. Right love with the wrong(maybe) person. Pada akhirnya gw tambahin kata maybe dalam tanda kurung yang menunjukkan itu hanya kemungkinan.

Disaat gw udah berpikir jauh ke depan untuk merencanakan hubungan yang lebih serius, tapi di sisi lain  ada seseorang yang belum berpikir ke depan. malahan kehidupan besok pun belom kepikiran mau ngapain. Hal seperti itu wajar terjadi mengingat yang bersangkutan masih muda dan masih ingin menikmati hidup. Gw juga waktu dulu sempat mengalami hal-hal yang kaya gini, kehidupan gw sekarang ya udah nikmatin aja. masalah ke depan lo mau ngapain ngga usah di pikirin. Jadinya di masa lalu gw, gw abisin buat maen, nongkrong bareng temen2, becanda2, ketawa2, kerja nyari duit dll yang penting berbuat positif. Contine reading

Perubahan

Entah kenapa gw tiba2 pengen ngeblog di tengah malem minggu yang surem. tiap malem minggu kerjaannya melototin layar monitor. mungkin kalo monitor bisa ngomong “jangan liatin gw mulu, gw bukan pacar lo”. Dah kembali ke Laptop ekh Keyboard. Jadi ceritanya gw lagi liat2 Facebook trus gw kaget aja ngeliat temen2 gw yang udah pada berubah. Dari mulai berubah secara fisik maupun berubah yang lainnya. Tapi bukan berarti berubah yang lainnya itu berubah kelamin ya dari cowo ke cewe dan sebaliknya.

Kalo perubahan sikap menjadi dewasa ya itu pasti. seiring bertambahnya umur, kepribadian pun menjadi berubahh, makin bijak dan dewasa. sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak. beda halnya dengan jaman SMA. udah tau tawuran itu ngga baik tapi tetep aja tawuran. :capedeh.

Jadi kali ini gw mau bahas masalah temen-temen gw yang udah berubah secara fisik. Perubahan yang paling menonjol yaitu perubahan badan menjadi gemuk bin melar. Kalo dah begitu udah tinggal di gelindingin di jalanan menurun aja. Perubahan muka sih ngga jauh berubah.
Contine reading