Layanan Pos Indonesia

Sudah sejak lama pos Indonesia ini berdiri namun peningkatan layanannya lambat sekali. Dari dulu mulai cuma bisa kirim surat pakai prangko sampai sekarang sudah bisa macam2 dari mulai bayar cicilan, transfer uang, pajak dll. Saya ingat sekali waktu dulu jaman saya SD pernah mengirim kartu pos ke alamat sendiri cuma untuk memastikan bahwa beneran ngga sih ini kartu pos bakal sampe rumah… Ternyata beneran sampe. Jaman dulu mungkin Pos Indonesi sempat berjaya karena kompetitor belum banyak. Namun sekarang ini sudah muncul macam-macam jasa kirim dari yang instan Grab atau Gojek sampai JNE,J&T dll.

Pos Indonesia bukannya tidak tinggal diam saja namun berusaha bersaing dengan beberapa kompetitor namun tetap saja kalah. Bisa dilihat dari beberapa rekan penjual online di marketplace hanya segelintir orang saja yang mengaktifkan jasa kiriman Pos Indonesia. Jasa kirim yang sudah pasti harus aktif yaitu JNE dan J&T.
Jangan lupa mampir ke toko saya ya https;//tokopedia.com/kovloq

Berbicara mengenai kiriman luar negeri baik terima maupun kirim. Pos Indonesia tergabung dengan EMS(Express Mailing Service). EMS ini merupakan layanan internasional kerjasama dengan Pos seluruh dunia. Jadi kirim EMS dari Indonesia ke Jepang, maka nanti di Jepang juga akan diantar oleh Pose Jepang begitu pula sebailknya Jepang-Indonesia.

Tidak beda jauh dengan layanan domestik yang kurang begitu bagus, layanan internasional pun juga sama. Sebagai pelaku jasa kirim dari Jepang-Indonesia, saya mengalamai beberapa kesulitan karena mengirimkan barang lewat EMS.
Ada bebrapa alasan yang membuat saya terpaksa memilih EMS sebagai jasa kirim.

  1. Biaya murah
  2. Sampai cepat sekitar 1~2minggu(Katanya pos Jepang)
  3. Jangkauan luas

Pada kenyataannya saya pernah menglamai barang sudah 3 minggu belum sampai.
Sudah sampai Jakarta tapi tidak diteruskan ke Bea Cukai
Sudah selesai dari Bea Cukai tapi tidak diteruskan ke alamat tujuan.

Setiap kali komplain pun akan dijawab dengan bahasa “template” seperti “baik tunggu sebentar ya akan ditersukan ke bagian terkait”

Bahkan salah satu pelanggan saya protes karena saya mengirimkan lewat pos sampai akhirnya harus balik lagi membatalkan kiriman lewat Pos dan menggantinya dengan Grab. Dia khawatir barang lama sampai atau hilang dijalan.

Saya sempat cari tau berapa sih rangking BUMN kita ini di mata dunia. Ternyata 20 besar saja ngga masuk. Nomor 1 ditempati oleh Switzerland. Pos Jepang sendiri masuk terbaik nomer 5.

Semoga layanan Pos Indonesia bisa lebih baik sehingga saya ngga harus sering-sering minta maaf ke konsumen karena barang pesenan ngga sampe-sampe.

Jan28

Leave a Reply