Uang jajan

Pada waktu saya masih SD dulu, saya dikasih uang jajan sebesar 100 rupiah. Pada saat itu 100 rupiah cuma bisa beli es cincau segelas.
Sekarang uang 100 rupiah malah ngga bisa beli apa-apa.
Kenapa uang 100 rupiah yang dikasih? kenapa ngga 1000?5000?


100 Rupiah
Es Cincau

Ada beberapa alasan. Diantaranya.

  1. Orang tua saya ngga punya uang sebanyak itu.
  2. Masih kecil koq ngapain minta uang banyak
  3. Belum bisa atur uang. Jangan-jangan malah habis.

Semua alasan di atas itu benar. Saya mau fokus ke alasan nomer 3.
Saya yang masih kecil dianggap belum bisa atur uang sehingga uang yang diterima akan cepat habis tak bersisa dibelanjakan hal-hal yang tidak perlu.

Kenapa sampai sekarang dikasih rejeki dalam bentuk uang segitu-gitu aja. Ngga nambah-nambah. Bisa jadi karena kita belum pantas pegang uang banyak.
Rejeki uang yang diterima tidak dikeluarkan untuk jalan kebaikan. Misalnya gaji bulanan sudah habis untuk bayar cicilan rumah, mobil, belanja dll.
Bahkan lupa bahwa sebagian yang kita terima itu milik orang lain. Lupa untuk zakat, infaq dan sedekah.
Padahal amal jariyah itu merupakan salah satu amalan yang tidak terputus walaupun seseorang meninggal dunia.

Allah SWT berfirman pada surat Al-Baqarah ayat 261 : “Orang-orang yang menafkahkan harta di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.
Jika ingin melipatgandakan rejeki maka hendaknya menafkahkan harta di jalan Allah.

Semoga kita semua bisa istiqomah menafkahkan harta di jalan Allah. Aamiin

Dec22

Leave a Reply