Menelaah Usaha Affiliate

Akhir-akhir ini saya suka kepo/perhatiin orang-orang yang suka share link pakai link shortener misalnya bitly.
Isi dari bitly itu kebanyakan link affiliate dimana kalo ada orang yang mendaftar pakai link itu maka yang punya link akan mendapatkan komisi.
Apakah hal ini dibolehkan dalam islam? Sebagai pembeli yang ga tau apa2 tiba2 pemilik link dapat uang karena kita menjadi “downline” dia.
Bisa dibilang uang kita “tercuri” secara tidak langsung.


Sekilas saya coba jelaskan secara singkat apa itu affiliate.
Affiliate itu singkatnya adalah usaha untuk menawarkan barang(biasanya produk digital) ke orang lain, sehingga kita akan mendapatkan komisi dari hasil penjualan.
Keuntungannya apa bagi pemilik bisnis? Pemilik bisnis bisa memperluas bisnisnya dengan berbagi cost marketing dengan penggunanya.
Ada beberapa bisnis affiliate yang sudah populer. Misalnya
web hosting ada NiagaHoster
marketplace ada Lazada dan Aamzon
bahkan marketplace khusus untuk produk digital yang ada affiliatenya pun ada. Namanya Ratakan

Cara kerja affiliate marketing adalah dengan cara sebar link affiliate kemana-mana. Contoh URLnya adalah
https://panel.niagahoster.co.id/ref/332289
https://amzn.to/3r1Hitw

Bagaimana jika contoh kasusnya adalah kita sebagai makelar rumah. Saya menjual rumah seharga 100jt kepada A, lalu saya mendapatkan komisi 1jt dari pemilik rumah karena sudah membantu menjualkan rumahnya.
Apakah usaha affiliate itu bisa disamakan dengan makelar rumah tersebut tadi? apakah itu artinya uang pembeli “tercuri” sebanyak 1jt?

Saya sendiri pernah mencoba affiliate marketing pada tahun 2020. Tujuannya memasarkan hewan qurban melalui Global Qurban. Tapi sayang karena ilmu copywriting saya jelek, saya cuma mendapat 1 orang.

Dec18

Leave a Reply