Membuat surat numpang nikah

Surat numpang nikah

Kalo dilihat dari namanya ngga keren banget ya. “numpang”. Biasanya kata-kata numpang ini disebutkan bagi orang yang lagi ngga punya atau ngga bisa. Misalnya pengen makan, tapi ngga bisa makan (ngga bisa makan disini artinya ngga punya duit buat beli makan, bukannya ngga bisa makan karena ngga punya tangan loh ya). Oleh karena itu bagi orang2 yang ngga bisa makan, akan mencari cara buat bisa makan misalnya numpang makan di acara kondangan, numpang makan dirumah teman dengan modus silaturahmi. Contoh numpang lainnya adalah numpang pacaran. Nah kalo yang ini isinya negatif semua misalnya numpang pacaran di kosan, numpang pacaran di fly over, numpang pacaran di taman dan yang lebih parah adalah numpang pacaran di hotel. (Jangan ditiru ya).

Balik lagi ke persoalan numpang nikah tadi. Numpang nikah itu artinya adalah lo sebagai cowo menikahi calon istri lo di tempat calon istri lo. Jadi lo numpang nikah ditempat istri lo gitu. Nah hal ini terjadi kalo dua sejoli ini beda kota dan bukan beda alam tapi tetep beda jenis kelamin. Misalnya ada cowo ganteng nan tampan kita sebut saja D bertempat tinggal di kota B, ingin menikahi gadis pujaan hatinya yang bernama L yang bertempat tinggal di kota M. Karena mereka berdua memiliki domisili/tempat tinggal yang berbeda maka si D harus membuat surat numpang nikah di Kota M. karena kota M merupakan tempat tinggal si gadis L.

Syarat-syarat yang diperlukan setelah bertanya melalui Mbah Google. Disebut Mbah karena tau banyak hal bukannya karena umurnya udah ketuaan loh ya. Bahkan umur Mbah Google ini umurnya masih lebih muda dari adek gw. Ok balik ke yang tadi setelah dapet info ngurus surat numpang nikah maka ditulislah persyaratan numpang nikah seperti berikut ini.

Surat Pengantar numpang nikah dari RT/RW
Kopi KTP orang tua si D
Kopi KTP si gadis L
Kopi keluarga si D
Kopi lunas PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)
Surat Penyataan belum menikah diatas materai 6000. (Format surat dikasi ke Kelurahan)

Hal pertama yang dilakukan adalah pergi ke sekretaris RT untuk minta surat pengantar, lalu ke Pak RT minta tanda tangan dan cap RT. Setelah itu ke Pak RW. Selanjutnya adalah pergi ke kelurahan untuk minta surat numpang nikah. Asal syarat-syaratnya lengkap maka proses akan memakan waktu 1 jam saja. Setelah urusan dari kelurahan selesai, maka langkah selanjutnya adalah pergi ke KUA kecamatan untuk di data dan diberikan surat pengantar untuk numpang nikah di kota M. Nah disini diperlukan alamat nikah M dimana. kalo dirumahnya gadis L ya kasih aja alamat tinggal si L ini.

Oh iya jangan lupa siapkan uang terima kasih (kalo menurut gw ini namanya pungutan liar) di kelurahan maupun di KUA. Karena menurut gw ngurus-ngurus surat macam beginian harusnya sih gratis. uang pungutan liar bervariasi tergantung kondisi dan lokasi. Tergantung kondisi, kalo misalnya si petugas membuat suratnya menjelang makan siang maka akan dikenakan tarif lebih tinggi karea uangnya mau dipake buat makan siang (buncitlah dia makan uang haram). Tergantung lokasi maksudnya adalah, kalo si petugas itu rumahnya agak jauh dan lokasinya di pedalaman desa banget jadi dia butuh uang transport buat pulang-pergi kelurahan. Saran dari gw adalah kenalilah petugas dan cari tau tempat tinggalnya. kalo udah tau mintalah tolong pada petugas yang rumahnya dekat dengan kelurahan jadinya uang terima Kasihnya ngga begitu besar. hehehe….

Yak sekian dulu info ngga guna dari saya semoga membantu buat kandidat mantan jomblo lebih bersemangat untuk melepaskan status jomblonya.

  • Edited
  • Karena banyak yang nanya tarif bikin di kelurahan sama dikecamatan. Gw sempet nanya ke si D ini kalo dia abis 30rb di masing2 tempat. Jadinya 30rb di kecamatan dan 30rb di KUA.

    Terima Kasih

    Sep08

    Leave a Reply