Mainan Laravel

lama ngga ngeblog jadi ketinggalan banyak. WordPress ternyata dah update ke versi 3.9. Beberapa plugin juga harus di update. Setelah nganggur cukup lama (cuman 2 bulan sih) akhirnya sayapun bekerja di kantor IT di Cempaka Putih. kantor ini karyawannya banyak mungkin sekitar 32 orang. Nah ini kantor yang bikin aneh adalah. Proyeknya dikit tapi punya karyawan banyak. Alhasil kerjaan di kantor jadi banyak santainya daripada kerjannya. Mungkin bagi sebagian orang itu hal yang bagus. Kerja ngga banyak tapi dapet gaji banyak macam anggota DPR itu yang kerjanya tidur pas rapat tapi dapat uang banyak. kalo gini terus lama2 skill ngga nambah2.

Untuk mengatasi kebosanan, maka saya mencari proyek di luar kantor. tentunya dikerjakan diluar jam kantor. kerja profesional bro…

Jadi pada postingan ini kebetulan saya dapet proyek re-design dari orang Korea. teknologi yang digunakan sih terserah yang penting gampang dipake. Saya memutuskan menggunakan framework PHP yang gampang dipake. Selama ini saya sudah menguasai beberapa framework seperti Codeigniter, Zend dan Cake. Pengen sesuatu yang beda, maka saya coba-coba framework Laravel. Menurut situs sitepoint.com laravel itu framework yang popular. Entah karena gampang dipake, dipelajari atau yg lain-lain.

Struktur framework Laravel seperti berikut.
App
-Commands
-Config
-Controller
-View
…..
Boootstrap
Vendor
Public
.htaccess
server.php

Direktori yang akan dipakai dalam laravel mirip seperti Zend yaitu ada di direktori public. Olehkarena itu membuat virtual host sangat diperlukan untuk mengakses public direktori. saya mengalami masalah ketika saya menggunakan shared hosting yang memiliki keterbatasan untuk membuat virtual host. Dari hasil googling saya mendapatkan solusi yaitu dengan merubah struktur default Laravel menjadi:

public_html <-- Merupakan root directory dari shared hosting -index.php -.htaccess -laravel --app --bootstrap --vendor Perhatikan pada struktur diatas isi dari public direktori dipindah ke root shared hosting dalam hal ini public_html atau www. Setelah itu buka file bootstrap/paths.php rubah 'public' => __DIR__.’/../public’,
menjadi
‘public’ => __DIR__.’/../../www’,

lalu buka file public_html/index.php
rubah
require __DIR__.’/../bootstrap/autoload.php’;
$app = require_once __DIR__.’/../bootstrap/start.php’;
menjadi
require __DIR__.’/laravel/bootstrap/autoload.php’;
$app = require_once __DIR__.’/laravel/bootstrap/start.php’;

Lalu coba akses www.namawebsiteanda.com

Laravel

Laravel


kalo muncul gambar diatas artinya dah berhasil. Tapi kalo belom silakan coba diulangi lagi dari awal.

btw WordPress yang baru ini keren juga. Ketika kita mengetikkan nama tempat dipostingan maka otomatis terdeteksi nama tempat dibawah postingannya. Ngga cuma nama tempat tapi kata2 yang populer dan ada di wikipedia atau google map ikut masuk juga. Sugoii…..

Wordpress text auto detect

WordPress text auto detect

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website