Ditolak (lagi)

Post ini didasarkan pada kekecewaan saya terhadap kedutaan Jepang di Korea yang ribet nan rempong. Berawal dari rencana main ke Jepang sebelum saya pulang ke Indonesia, maka saya memutuskan untuk kembali jalan2 ke Jepang. Seperti biasa kita harus apply visa dikedutaan Jepang. Sayapun mengajak teman saya sesama pelajar untuk sama2 main ke Jepang. Berikut syarat2 pembuatan visa di kedutaan Jepang.

  1. Form Pembuatan visa diisni, contoh pengisian disini
  2. Paspor
  3. Certificate of Enrollment (bagi student)
  4. Copy of Alien Card
  5. Transaksi 3 bulan terakhir dari bank
  6. bukti booking tiket
  7. Bukti booking hotel
  8. Schedule of stay

Menurut info yang beredar, tempat pendaftaran visa bisa dilakukan di 2 tempat yaitu Seoul dan Busan. Dikarenakan teman saya yang posisinya di Yeosu lebih dekat ke Busan, maka saya berangkatlah menuju Busan. Sesampainya disana kita malah disuruh apply ke Seoul. Setelah dianalisa maka bisa disimpulkan orang-orang yang apply visa di Busan adalah penduduk Busan dan sekitarnya. Maka berangkatlah saya ke Seoul pada hari itu juga, karena waktu pembuatan visa sudah mepet sama tahun baru. Sedangkan kita berencana tahun baruan di Jepang.

Sampe di Seoul ternyata ada masalah lagi. Pada penulisan schedule of stay saya menulis nama dan alamat teman saya yang di Jepang. Pihak kedutaana bilang, kalo nginep di tempat temen harus ada surat undangan aka invitation letter dan syarat lain yang bikin ribet seperti catatan pajak pengundang dll. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tinggal di hotel dengan cara mengubah schedule of stay saya dengan alamat hotel. Saya bilang ke kedutaan untuk menyimpan aplikasi saya dan mengirim schedule of stay belakangan.

Skip-skip-skip. Sepertinya Tuhan sedang menguji kesabaran saya. bukti booking hotel sudah dapat dan sudah dikirim jadi tinggal menunggu proses saja. Tiba2 muncullah masalah selanjutnya. Masalah ini terkait kesamaan antara nama di bank dengan nama di paspor pada bank statement.Peraturan bank Korea pada kasus saya Gwangju Bank, nama rekening ditulis dengan hangeul. Waktu itu saya menuliskan Dana sebagai nama saya. Pihak kedutaan Jepang merasa bingung dengan bank statement saya karena namana beda dengan yang di paspor. Oleh karena itu saya disuruh mencetak dengan nama Inggris.

Nama bahasa inggris pun sudah dicetak namun lagi-lagi Tuhan memberikan saya cobaan lagi. Petugas kedutaan bilang kalo uang saya di rekening tidak mencukupi. Pada akhirya visa saya ditolak. Ternyata ngga cuman cewe aja yang hobi menolak saya, kedutaan pun ikut menolak.

Pesan moralnya adalah, saya tidak boleh ke Jepang, harus cari negara lain untuk dijadikan tempat main.

Kesimpulannya perhatikan poin2 paling penting dalam mengajukan visa lewat Korea.

1. Pastikan deposit di bank minimal 800rb KRW
2. Di schedule of stay tuliskan nama dan alamat hotel walaupun anda numpang nginep di tempat teman di Jepang. Jangan lupa di application form diubah juga
3. Jangan lupa sertakan bukti booking hotel.
4. Sertakan semua dokumen dengan lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website