Tuhan pasti mengabulkan

Merenung kembali kebelakang mengenai nikmat Tuhan yang diberikan kepada saya. Saya percaya bahwa Tuhan pasti mengabulkan semua doa umatnya. Walaupun keinginan tersebu hanya dalam hati dan tidak pernah disampaikan kepada Tuhan, niscaya jika keinginan tersebut bernilai positif pasti Tuhan akan mendengar.

Saya mengingat-ingat beberapa tahun yang lalu ketika masih awal-awal kuliah. Saya diracuni oleh Morning Musume idol group asal Jepang oleh teman saya. Mengingat semua gadis-gadis jepang sangat cantik-cantik, maka saya pun berambisi jika suatu saat saya bisa pergi ke Jepang. Terlebih pada saat itu saya juga mulai menyukai drama Jepang. Lagi-lagi pertimbangan saya yang pertama adalah untuk melihat gadis-gadis Jepang yang cantik. walaupun pada saat itu hanya keinginan belaka, namun pada kenyataannya bulan maret tahun 2013 saya akhirnya bisa pergi ke Jepang.

Kejadian lainnya adalah, ketika saya baru mendengar ada HP baru dari Samsung yaitu Galaxy S. Mendengar berita disana-sini bahwa HP tersebut sangat bagus dan keren pada jamannya(2011).pada waktu itu saya masih bekerja di daerah Fatmawati. Melihat harganya yang selangit, saya tidak mampu belinya. Tuhan lagi-lagi mengabulkan keinginan hambanya. Sekarang saya sudah mempunyai HP yang lebih bagus dari Galaxy S, yaitu Galaxy S2 HD LTE selama 2 tahun. HP tersebut sudah dilengkapi layar HD dan teknologi 4G. Jauh lebih bagus dari keinginan saya sebelumnya yang hanya ingin memiliki Galaxy S.

Pada waktu saya SMA, saya ingin melanjutkan pendidikan di sebuah universitas negeri. Namun apadaya, pada waktu itu saya sangat malas belajar dan lebih banyak membuang waktu saya untuk bermain game online. Alhasil saya malah tersebak di universitas swasta di daerah Depok yang bernama Universitas Gunadarma. Padahal waktu itu saya ingin masuk ITB. setekah 2 tahun lulus dari Universitas Gunadarma, maka sayapun mendaftar untuk sekolah master di ITB. Tetapi lagi-lagi saya tidak diterima di kampus elit tersebut. Dikarenakan saya gagal menjadi mahasiswa ITB, maka saya “berpura-pura” menjadi mahasiswa atau bisa di bilang latihan menjadi mahasiswa dengan mengikuti UKM Silat di ITB. Sebenarnya pada waktu itu saya ingin belajar tari demi melestarikan budaya bangsa. Pada saat itu yang saya dengar untuk belajar tari harus menjadi mahasiswa ITB. 2 tahun yang lalu Tuhan mengabulkan doa saya dengan mengirimkan saya di Universitas Negeri yang bahkan lebih bagus dari ITB. Sekolah saya yang sekarang berada di Korea Selatan, Chonnam National University, salah satu sekolah negeri di daerah GWangju.

Masih berkaitan dengan keinginan saya untuk belajar tari. pada waktu saya kerja di Bandung selama saya latihan Silat menjadi mahasiswa, saya juga berkeinginan untuk belajar bermain Angklung. pada waktu itu saya coba mendatangi Saung Angklung Udjo untuk menanyakan biaya kursus Angklung. Namun yang tersedia disana hanyalah paket wisata selama sehari untuk belajar Angklung yang biayanya sebesar 300rb. Sekarang setelah saya di Korea perlahan hampir semua keinginan saya terkabul. satu tahun yang lalu saya bisa belajar tari Saman dari teman Indonesia yang sedang menjalani internship di kampus GIST. Satu tahun kemudian saya bisa belajar main Angklung setelah diajari oleh teman-teman exchange dari Universitas Airlangga.

Berikut beberapa pengalaman pribadi saya. Ada beberapa keinginan saya yang belum dikabulkan oleh Tuhan, namun yang paling utama adalah saya menginginkan pendamping hidup yang terbaik buat saya. Sampai saat inipun saya belum tau siapa yang akan menjadi pendamping hidup saya. Saya yakin Tuhan akan mendengar semua doa hambanya dan pasti akan mengabulkan, Sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat kapan doa tersebutakan terkabul. Manusia hanya hendaknya mempersiapkan diri untuk menjemput keinginan yang akan dikabulkan. Sholat tepat waktu dan tidak ditunda-tunda, memperdalam ilmu agama, mengaji, dan meperbanyak silaturahmi.

hufft…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website