Jalan-jalan berkedok konferensi

Sekian lama tidak ngeBlog udah banyak yang mau ditulis. yup mari dicicil satu-persatu.

Minggu yang lalu saya menghadiri sebuah International Conference (katanya internasional) dari asosiasi Smart Media. Salah satu anggota dari asosiasi tersebut adalah Prof saya. Setiap semester aktif kuliah (fall dan spring) aosisasi tersebut mengadakan local conf yang diadakan di Korea. Yang harus dilakukan dalam konferensi tersebut adalah hanya mengirim paper dalam 4 halaman berbahasa Korea maupun Inggris lalu sudah di pastikan paper tersebut diterima (sangat tidak kompetitif).

Mulai dari tahun lalu, KISM (Korea Institute of Smart Media) ingin mengadakan International Conference atau dengan kata lain konferensi lokal yang diadakan di luar Korea. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk travelling aka jalan-jalan. Kebetulan tahun ini saya disuruh pak prof untuk submit paper ke konferensi tersebut (Jika tidak disuruh tidak akan saya lakukan). Sudah bisa ditebak, paper saya 100% diterima dengan sedikit komentar dari reviewer. Mengenai tanggal pengiriman paper, selalu di perpanjang sampai 2 bulan lamanya.

Berbicara mengenai mutu dari konferensi internasional yang diadakan KISM sudah jelas mutunya tidak terlalu bagus. Hal ini bisa di lihat dari peserta konferensi yang mayoritas sekitar 90% oleh mahasiswa/i dari Korea. Disatu sisi saya ikut senang karena bisa jalan-jalan ke luar Korea secara gratis, tapi disisi lain kualitas paper yang dihasilkan tidak terlalu bagus.

Oke sudah cukup cerita mengenai di balik layar konferensi tersebut, sekarang mari berbicara tentang detail perjalanan. Keberangkatan akan di mulai hari minggu dari Incheon airport menuju Kota Kinabalu jam 7 malam dengan menggunakan maskapai Korea Eastar Jet seharga 700rb won PP. Dikarenakan saya harus mengajar UT Korea pada hari minggu, saya meminta ijin pada Prof untuk menyusul ke Incheon dan tidak berangkat bersama dari Gwangju. Jam 6:20 berangkat dari Gwangju jam 6:20 menuju Busan untuk mengajar, selesai jam 12 siang. setelah itu langsung menuju Stasiun Busan untuk naik KTX. Berdasarkan saran dari mas Boy saya disarankan untuk naik KTX + Arex untuk menuju Incheon. Busan – Seoul di tempuh melalui KTX selama 2,5 jam dan Seoul – Incheon ditempuh menggunakan Arex(Airport Express) selama 1 jam. total tiketnya adalah 57.700 untuk KTX Busan-Seoul dan 8000 untuk Arex.

Tiket Arex

Tiket Arex

Hari pertama sampai di 5-star hotel Sutera Harbour yang terletak di Kota Kinabalu Malaysia. Saya mendapatkan teman sekamar Regin dari Filipina yang kebetulan kuliah di Kunsan.

hari senin dimulai dengan jalan-jalan ke Manukan island yang terletak di seberang Kota Kinabalu (10 menit naik kapal). Semnetara saya main ke pulau, para Prof sedang asyik main Golf di lapangan golf yang terletak di belakang Hotel (see… what the purpose of this conference is). Sebelum berangkat, mereka memang sudah siap untuk membawa stik golf mereka masing-masing.

Keesokan harinya hari Selasa, merupakan hari konferensi dimana masing-masing author diahruskan untuk presentasi mengenai hasil riset masing-masing. Kebetulan saya mendapatkan jadwal presentasi saya yang pertama jam 9:30. Presentasi berjalan dengan lancar selama 15 menit dan semua pertanyaan bisa saya jawab.

Presentasi saya di SMA 2013

Presentasi saya di SMA 2013

Dalam konferensi tersebut sebanyak 99 paper diterima yang meliputi 45 oral session dan 54 poster session. karena mayoritas peserta konferensi adalah orang Korea dan kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa master yang baru masuk dan tidak terlalu lancar berbahasa inggris. Pada saat kebutuhan mendesak, yaitu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta konferensi, sang presenter menggunakan bahasa Korea untuk menjelaskan (sudah saya duga). Saya bergumam dalam hati, akh biarlah yang penting tujuan saya jalan-jalan tercapai. hehehe…..

Pihak penyelenggara juga menyediakan keynote speker dari Amerika dan New Zealand. Saya kurang begitu memperhatikan apa yang mereka bicarakan karena pada waktu itu saya tertidur (hehe..). Sebelum keynote speaker yang ke-2 memberikan “ceramahnya” ada beberapa award yang diberikan untuk outstanding paper. Saya merupakan salah satu orang yang beruntung mendapatkan award tersebut. Menurut pendapat pribadi saya, award tersebut hanya sebagai “senag-senang” atau “penggembira” saja. kenapa? karena dari 45 oral session dipilih sebanyak 16 paper yang masuk dalam kategori outstanding paper. Penghargaan yang diberikan tidak terlalu kompetitif. Akh.. ya sudahlah saya anggap ini sebagai oleh-oleh dari Malaysia.

Outstanding Paper

Outstanding Paper

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website