Persiapan dokumen mencari beasiswa ke luar negeri

Tiba-tiba teringat bagaimana saya sampai akhirnya “terjebak” di Korea ini. Hanya ingin berbagi info saja mengenai persiapan beasiswa yang pernah saya lakukan pada saat menjadi pemburu beasiswa. Seperti pada umumnya jika ingin mendaftar untuk kuliah maka di perlukan syarat2 dokumen yang di perlukan. Begitu pula dengan mendaftar beasiswa, ada beberapa dokumen yang di persiapkan diantaranya:

1. Ijazah dan Transkrip
Ijazah dan transkrip nilai ini harus di translate ke bahasa inggris. Hal ini sudah jelas supaya pihak yang menyeleksi dokumen dapat mengerti apa yang teretera dalam ijazah dan transkrip kita. Untuk transkrip nilai di usahakan nilai GPA/IPK diatas 3. walaupun tidak menutup kemungkinanIPK dibawah 3pun bisa mendapatkan beasiswa. Karena orang yang mendapat beasiswa adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam mencari beasiswa, bukan orang yang pintar. Hal ini terbukti dengan IPK saya yang hanya 3.06 bisa mendapatkan beasiswa research scholarship ke Korea Selatan.

2. Sertifikat bahasa Inggris
Dikarenakan sistem perkuliahan di luar negeri menggunakan bahasa inggris, maka kita juga harus mempunyai kemampuan bahasa inggris yang baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan sertifikat bahasa inggris yang kita punya. pada umumnya kemampuan bahasa inggris dapat dinilai dari skor TOEFL (PBT,IBT,ITP) atau IELTS dan ada beberapa tambahan yaitu GRE dan GMAT tetapi kedua hal tersebut optional, tergantung pada persyaratan beasiswa. TOEFL ITP = 550, TOEFL IBT=80 dan IELTS = 6.5

3. Sertifikat bahasa lokal
Bahasa lokal disini yang di maksud bukan bahasa lokal di Indonesia loh ya seperti jawa,sunda,batak, dll , tetapi bahasa lokal negara tersebut. Pada umumnya sertifikat bahasa lokal ini di perlukan jika kita mendaftar pada negara non-english country contohnya Jepang, Prancis, Jerman, Korea dll. Sekali lagi bisa dilihat pada persayaratan aplikasi beasiswa apakah sertifikat bahasa lokal diperlukan atau tidak.

4. Statement of Purpose/Motivation letter/Study Plan
Statement of Purpose,Motivation letter,Study Plan ketiga jenis dokumen tersebut isinya hampir sama yaitu berisi tentang apa yang mau kita pelajari dan harapan apa yang di dapat setelah belajar. Berikut saya rangkum isinya secara umum.
– Apa yang mau dipelajari
– Apa yang didapat setelah belajar
– mengaoa memilih negara tersebut
– Kenapa harus anda yang di pilih, kenapa bukan yang lain
– Apa keuntungan yang didapat dengan menerima beasswa tersebut.
Jika ingin lebih detail bisa dilihat disini

5. Surat rekomendasi
Pihak pemberi beasiswa tidak tahu siapa anda dan tidak mengenal anda, oleh karena itu di perlukan surat rekomendasi. Surat rekomendasi ini berguna untuk pemberi beasiswa untuk bisa mengenal anda melalui orang lain yang kenal dengan anda. Surat rekomendasi bisa didapat dari dosen pembimbing skripsi, rektor, kepala lab, dekan atau dosen di kelas yang mengenal anda. Jangan meminta kepada orang yang tidak kenal dengan anda. Contohnya anda meminta surat rekomendasi dari rektor, sedangkan rektor tidak kenal dengan anda. Pengalaman saya sendiri, saya meminta surat rekomendasi dari bos tempat kerja saya, dosen pembimbing dan kepala lab karena saya dulu aktif di lab. Dikarenakan orang2 penting yang saya sebut diatas itu super sibuk, maka ada baiknya anda membuat surat rekmendasi sendiri tentunya dalam bahasa inggris, lalu tinggal minta tanda tangan kepada beliau. Jika beliau merasa kurang relevan atau kurang cocok dengan surat rekomendasi yang sudah anda buat maka beliau akan memberikan revisi atau perbaikan.

6. Form aplikasi
Formulir aplikasi beaiswa. Pada umumnya ada 2 macam, online dan offline. ada yang cuma online saja, offline saja dan ada yang menggabungkan keduanya. Form aplikasi ini berisi tentang data-data pribadi anda seperti tempat tinggal, nama, jenjang pendidikan dll…

7. CV
Ada beberapa progam beasiswa yang mensyaratkan melampirkan CV pada aplikasi beasiswa. ada yang harus mengikuti format, ada juga yang tidak. yang mengikuti format biasanya beasiswa Erasmus Mundus. Dalam membuat CV sebaiknya di masukkan hal-hal yang relevan dengan pendidikan dan jangan memasukkan hal-hal lain yang tidak relevan. Pemberi beasiswa juga tidak perlu repot-repot membaca CV yang berlembar-lembar. CV harus singkat, padat dan jelas.

8. Paspor
Paspor berguna untuk mengidentifikasi bahwa anda memang warga negara tersebut yang menjadi target beasiswa. walaupun masih berencana kuliah di luar negeri tidak ada salahnya membuat paspor. biaya pembuatan paspor sekitar 275rb untuk lebih jelasnya bisa di liat disini.

4 thoughts on “Persiapan dokumen mencari beasiswa ke luar negeri

  1. wuih~ boleh juga nih infonya 😀
    buat persiapan dari sekarang, soalnya saya juga pengen kuliah ke luar negeri, korea khususnya. hehe
    감사합니다! ^^
    thanks for sharing!

    • ada yang pake, ada juga yang ngga. tergantung persyaratan dokumen beasiswa. Biasanya sih statement of purpose atau motivation letter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website