Mencintai karena Allah

yak mumpung galau gw lagi kumat maka blog gw lah yang jadi korban gw disaat gw galau. kebetulan juga pas gw juga tiba2 dapet wangsit buat buang sampah alias ngeblog. Sembari nunggu kodingan gw kelar, sekalian aja gw ngeblog juga. Jadi kali ini gw lagi mau ngebahas gmn mencintai karena Allah.

Gw langsung aja to the point ngga pake kalimat pembuka. Jadi intinya adalah “pengendalian diri” #loh #gagalfokus

Bahas masalah cinta mungkin ngga akan ada habisnya. Sebab kebanyakan orang memaknai cinta berdasarkan alasan yang mereka buat sendiri. Alasan-alasan tersebut dijadikan dasar dalam mencintai. artinya cinta itu tumbuh karena ada alasan. kalo alasan itu udah ngga ada ya berarti udah ngga cinta.Alasan-alasan itu misalnya seseorang mencintai karena kecantikannya, maka itu dkatakan cinta karena fisik. Cinta karena hartanya artinya cinta karena materi. cinta karena akhlaknya, tingkah lakunya, pengetahuannya dll maka itu bisa dikatakan cinta karena kekagumannya.

Cinta yang sejati dan hakiki itu adalah cinta karena Allah SWT. Artinya adalah cinta bukan karena fisik,materi dan rasa kagum. maksud dari cinta karena Allah adalah untuk mendapatkan semata-mata ridho Allah.

mungkin sebagian besar orang termasuk gw, sangat sulit mencintai karena Allah. Karena untuk mendapatkan ridho Allah SWT berarti harus lepas dari alsan fisik,materi dan rasa kagum. Padahal maksudnya tidak seperti itu. Jika harus mebuang smeua itu berarti harus membuang fitrah sebagai manusia. yang namanya manusia pasti tidak bisa lepas dari itu semua khusunya mencintai seseorang.

Jadi ciri-ciri orang yang mencintai karena Allah adalah adanya keinginan untuk menikah meskipun ada embel-embel karena fisik, materi, kagum, atau bahkan nafsu.  membangun sebuah keluarga yang bahagia dunia dan akhirat. Sebenarnya embel-embel inilah yang membuat anak manusia ada keinginan menikah.

Rasulullah SAW bersabda : Dari Anas bin Malik ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah, sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.” (HR. Bukhari)

Cinta karena Allah SWT menjadi ciri kesempurnaan iman seorang Muslim, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Siapa saja yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna imannya.” (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Jadi kesimpulannya daripada galau mulu mendingan memantaskan diri. orang baik-baik akan berjodoh dengan orang yang baik-baik. perbanyak ibadah, sedekah dan perluas pergaulan. kenapa gw tambahin perluas pergaulan karena kalo lo cuman memantaskan diri tapi ngga bergaul ya sama aja boong.

3 thoughts on “Mencintai karena Allah

  1. alhamdulillah galaunya positif ~_~
    seneng ngeliat km nulis hal2 begini, semoga “dia” berubah pikiran dan bisa liat yg terbaik dr km :3
    dan, I wish you a lifetime relationship..
    *mencintai karena allah, akan bahagia meski hidup sulit* (hrs memantaskan diri smp kpn yah? knp jd eike yg galau..)

    • jiahh… lo jadi ikutan galau.
      koq lo ngga di pecat2 juga Luk? kapan lo dipecat?

      Ikan di laut masih ada banyak. daripada capek2 mancing atau menjaring di laut mendingan beli yang udah ada di pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website